,    Albert Einstein : Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan

Kaprodi Arsitektur UUI acara sosialisasi tata ruangKetua Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Ubudiyah Indonesia, Donny Arief Sumarto, ST, MT,  memenuhi undangan acara Sosialisasi Pengendalian Tata Ruang Kota, yang diadakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Banda Aceh, di Hotel Grand Nanggroe, pada tanggal 8 September 2014. Beliau hadir sebagai salah satu perwakilan dari asosiasi profesi Ikatan Arsitek Indonesia daerah Aceh, dan secara kebetulan sekaligus mewakili akademisi dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Banda Aceh. Beliau juga seorang Magister Perancangan Kota, yang dipercayakan menjabat sebagai Wakil Sekretaris IAI Aceh.

 

Acara tersebut di dukung juga oleh beberapa nara sumber sebagai pemateri, seperti Dekan Fakultas Teknik Unsyiah Pak Ir.Mirza Irwansyah, MBA, MLA, PhD, sebagai wakil dari Akademisi, Pak Jamalludin wakil dari Inkindo, Ketua Real Estate Indonesia, dan Perwakilan dari Dinas Tata Ruang Kota Banda Aceh. Acara ini dibuka oleh PJ Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza, dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait seperti akademisi dari Unmuha, Unsyiah, USM, seniman, IAP, dan IAI.

 

Dalam kesempatan diskusi, Pak Donny ikut memberi saran kepada forum, mengenai aspek sosial yang harus diutamakan dalam pertimbangan penertiban tata ruang. Jangan hanya dengan tujuan kenyamanan visual kita melupakan kebutuhan. Seperti pada kasus penertiban pedagang disepanjang jalan Kakap, dimana menurut beliau di area tersebut sangat jelas ada permintaan (kebutuhan) akan jualan makanan dan jajanan oleh pengguna dan pengunjung rumah sakit. Kalau tidak ada yang butuh (pembeli), penjual makanan/jajanan tidak mungkin ada disitu dan bertahan sampai saat ini. Pemerintah tidak perlu repot-repot mengusir mereka, kalau tidak ada yang beli (butuh) jualan mereka. Tapi kenyataannya banyak yang butuh mereka. Mungkin saja ini faktor dari rumah sakit tidak cukup memfasilitasi kebutuhan tersebut kepada pengunjung. Tapi dengan memindahkan atau menghilangkan pedagang tersebut dengan alasan kebersihan atau visual yang jelek, tidak menyelesaikan masalah kebutuhan tadi.

 

Kemudian beliau juga memberi saran kepada stakeholder terkait, mengenai wajah kota, jangan terlalu mengikuti permintaan pasar. Dimana saat ini pasar cenderung bersifat follower, atau mengikuti apa yang ada di kota yang lebih maju. Kita (kota Banda Aceh) memiliki karakteristik lokal yang bagus, yang masih memungkinkan untuk diterapkan dalam peraturan disain bangunan. "Jangan sampai pengunjung susah membedakan mana kota Banda Aceh dan mana kota lain"

Copyright © 2014. BAPSI-TEAM UUI. All Rights Reserved.